ONLINE HERBAL STORES

Sabtu, 26 November 2011

Mahkota Dewa



Mahkotadewa  termasuk pohon perdu anggota  famili Thymelaecae. Tajuk pohon bercabang-cabang. Ketinggiannya sekitar 1,5—2,5 meter.  Pohon ini terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Akarnya berupa akar tunggang. Panjang akarnya bisa sampai 100 cm.  Batangnya terdiri dari kulit dan  kayu. Kulitnya berwarna  cokelat  kehijauan,  sementara  kayunya berwarna putih.  Batangnya bergetah. Diameternya mencapai 15  cm. Percabangan batang  cukup banyak. Batang  ini  secara empiris terbukti bisa mengobati penyakit kanker tulang.

Daun mahkota dewa merupakan daun  tunggal. Bentuknya  lonjong-langsing memanjang berujung lancip.  Sekilas menyerupai bentuk daun jambu air, tetapi lebih langsing. Teksturnya pun lebih liat.  Warnanya  hijau. Daun  tua berwarna  lebih gelap daripada  daun muda. Permukaannya  licin  dan tidak  berbulu.  Permukaan  bagian  atas  berwarna  lebih  tua  daripada  permukaan  bagian  bawah. 

Pertumbuhannya  lebat.  Panjangnya  bisa  mencapai  7—10  cm,  dengan  lebar  3—5  cm.  Daun mahkota  dewa  termasuk  bagian  pohon  yang  paling  sering  dipakai  untuk  pengobatan.  Penyakit yang dapat disembuhkan dengan daunnya antara lain lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor.

Buah Mahkota  dewa merupakan  ciri  khas pohon mahkota  dewa. Bentuknya  bulat,  seperti  bola. Ukurannya  bervariasi,  dari  sebesar  bola pingpong  sampai  sebesar  apel merah. Penampilannya tampak  menawan,  merah  menyala.  Namun,  hati-hati.  Memakannya  berarti  harus  bersiap-siap untuk  setidaknya merasakan mabuk atau pusing. Buah  ini mampu  tumbuh dengan  cukup  lebat. 

Buah mahkota dewa terdiri dari kulit, daging, cangkang, dan biji.  Penggunaannya  dalam  pengobatan  alternatif  telah  terbukti  dapat  mengobati  berbagai  macam penyakit berbahaya pada manusia  seperti  :  kanker/tumor, diabetes, asam urat, gangguan ginjal, lever, penyakit kulit, menurunkan kolesterol, penambah stamina dan sebagai obat ketergantungan  narkoba.  Bahkan ekstrak mahkotadewa dapat pula digunakan untuk menaklukan gangguan pada hewan piaraan.

Dari penelitian  ilmiah  yang  sangat  terbatas  diketahui bahwa mahkota dewa memiliki  kandungan  kimia yang kaya.  Itu pun belum semuanya  terungkap. Dalam daun dan kulit buahnya  terkandung  alkaloid, saponin, dan flavonoid. Selain itu, di dalam daunnya juga terkandung polifenol. 

Seorang  ahli  farmakologi  dari  Fakultas  Kedokteran  UGM,  dr.  Regina  Sumastuti,  berhasil membuktikan bahwa mahkota dewa mengandung  zat antihistamin. Zat  ini merupakan penangkal  alergi.  Dengan  begitu,  dari  sudut  pandang  ilmiah,  mahkota  dewa  bisa  menyembuhkan  aneka penyakit alergi yang disebabkan histamin, seperti biduren, gatal-gatal, selesma, dan sesak napas.  Penelitian dr. Regina  juga membuktikan bahwa mahkota dewa mampu berperan seperti oxytosin atau  sintosinon  yang  dapat  memacu  kerja  otot  rahim  sehingga  persalinan  berlangsung  lebih  lancar.   Begitu   pula hasil pengujian yang dilakukan oleh Vivi Lisdawati  juga membuktikan bahwa buah mahkotadewa memiliki efek antioksidan dan antikanker.

0 komentar:

Poskan Komentar